IPKB Terima Kunjungan TikTok, Wadahi IKM Berbagi Cerita hingga Adukan Masalah Retur Barang yang Ditilep Oknum Ekspedisi
IPKB menerima kunjungan TikTok untuk berbagi pengalaman IKM dalam mempromosikan produk, sekaligus mengadukan masalah oknum ekspedisi yang tidak mengembalikan barang retur agar dipantau sistem demi keadilan seller.
BANDUNG— Indonesia Pengusaha Konveksi Berkarya (IPKB) resmi menerima kunjungan kehormatan dari perwakilan manajemen platform digital terkemuka, TikTok. Pertemuan strategis ini menjadi momentum penting bagi para pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk berdialog langsung mengenai dinamika perniagaan digital di Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, IPKB menyediakan ruang khusus bagi para pelaku IKM untuk berbagi cerita dan pengalaman nyata mereka. Sejumlah pengusaha memaparkan dampak positif dari pemanfaatan fitur-fitur di platform TikTok, yang selama ini dinilai sangat efektif dalam mendongkrak promosi serta memperluas jangkauan penjualan produk konveksi lokal hingga ke berbagai daerah.
Namun, di samping keberhasilan tersebut, IPKB juga memanfaatkan pertemuan ini untuk menyuarakan keluhan krusial yang saat ini sedang dihadapi oleh para IKM yang bertindak sebagai seller di TikTok. Salah satu isu utama yang mengemuka adalah adanya tindakan merugikan dari oknum agen ekspedisi (jasa pengiriman) yang diduga tidak mengembalikan produk retur (barang yang dikembalikan oleh konsumen) kepada pihak penjual.
Masalah hilangnya barang retur ini dinilai sangat membebani kas operasional IKM. Menanggapi laporan tersebut, pengurus IPKB langsung menyampaikan aspirasi para anggotanya kepada pihak TikTok. IPKB mendesak agar manajemen TikTok segera memperketat monitoring terhadap alur logistik pengiriman dan pengembalian barang dengan mengintegrasikan sistem pelacakan yang lebih ketat.
Melalui pengawasan berbasis sistem yang lebih transparan, diharapkan celah kecurangan oknum ekspedisi dapat ditutup dan pihak-pihak IKM yang dirugikan selama ini bisa mendapatkan keadilan serta kepastian ganti rugi. Pihak TikTok pun menyambut baik masukan tersebut dan berkomitmen untuk meninjau ulang sistem proteksi seller demi menjaga ekosistem bisnis yang sehat dan aman bagi para pelaku industri kreatif di tanah air.